TKA gantikan UN sebagai sistem evaluasi utama bagi siswa SD hingga SMA mulai tahun ajaran ini. Kementerian Pendidikan mendorong pendekatan penilaian yang lebih menyeluruh, tidak hanya fokus pada hasil akhir. Dengan TKA, guru menilai pemahaman konsep, kemampuan berpikir kritis, serta keterampilan menyelesaikan masalah.
TKA Gantikan UN di Semua Jenjang Pendidikan
Perubahan ini berlaku di seluruh jenjang pendidikan dasar dan menengah. Tidak seperti Ujian Nasional yang berlangsung serentak secara nasional, TKA memberi ruang fleksibilitas jadwal dan menyesuaikan materi dengan kondisi lokal. Pendekatan ini menjadikan TKA gantikan UN sebagai alat ukur kompetensi siswa secara lebih menyeluruh, bukan sekadar ujian sekali seumur hidup.
Jadwal TKA untuk SD, SMP, dan SMA
Pelaksanaan TKA berlangsung dua kali dalam setahun, yakni pada semester ganjil dan genap. Jadwal lengkapnya adalah sebagai berikut:
- SD (Kelas 6): Mei dan November
- SMP (Kelas 9): April dan Oktober
- SMA (Kelas 12): Maret dan September
Setiap sekolah menentukan waktu ujian berdasarkan kesiapan masing-masing. Skema ini memberi ruang bagi siswa untuk belajar secara berkelanjutan tanpa tekanan besar dari ujian tunggal seperti UN.
Materi TKA untuk Jenjang SD
Siswa SD akan mengikuti TKA dengan tiga fokus materi utama: Literasi Bahasa Indonesia, Numerasi Dasar, dan Sains Terapan. Soal-soal berbasis konteks keseharian mendorong siswa berpikir lebih aplikatif. Guru tidak hanya menilai hafalan, tetapi juga kemampuan memahami dan menerapkan konsep.
Materi TKA untuk SMP
Untuk SMP, materi TKA mencakup Literasi Informasi, Matematika Kontekstual, serta IPA dan IPS Terpadu. Soal-soal dirancang dalam bentuk studi kasus agar siswa mampu berpikir logis dan menyampaikan argumentasi. Kurikulum Merdeka menjadi acuan dalam penyusunan konten.
Materi TKA untuk SMA
Siswa SMA mengikuti ujian berdasarkan dua kategori: kompetensi umum dan kompetensi spesifik. Bagi siswa IPA, soal meliputi Fisika, Kimia, dan Biologi yang aplikatif. Siswa IPS akan menghadapi soal Ekonomi, Sosiologi, dan Geografi berbasis data. Selain itu, kemampuan berpikir kritis dan literasi digital turut diukur dalam ujian ini.
Manfaat TKA Dibandingkan Ujian Nasional
Sistem TKA gantikan UN membawa banyak keunggulan. Siswa tidak lagi mengalami tekanan tinggi karena penilaian dilakukan dua kali. Hasil ujian juga memberikan gambaran lengkap bagi guru dan orang tua tentang perkembangan siswa. Selain itu, model soal kontekstual mendorong minat belajar dan meningkatkan kesiapan menghadapi kehidupan nyata.
Penutup: Masa Depan Penilaian Pendidikan
Dengan bergesernya sistem UN ke TKA, Indonesia bergerak ke arah penilaian pendidikan yang lebih progresif. Evaluasi tidak hanya menitikberatkan pada hasil akhir, tetapi juga pada proses pembelajaran. Harapannya, pendekatan ini mampu mencetak generasi pelajar yang tangguh, cerdas, dan siap menghadapi dunia modern.
