Robot China Usain Bolt menjadi perhatian setelah Tiangong Ultra mencatat waktu 9,39 detik di Beijing. Catatan itu melampaui rekor manusia Usain Bolt sebesar 9,58 detik.
Tiangong Ultra memenangkan babak penyisihan 100 meter dalam World Humanoid Robot Games 2026. Dalam perlombaan tersebut, robot itu menyalip Lightning menjelang garis finis.
Sementara itu, Lightning menyelesaikan lomba dengan waktu 9,47 detik. Sebelumnya, robot buatan Honor mencatat 9,32 detik dalam tes persiapan.
Hasil tersebut tidak mengubah rekor atletik manusia. Usain Bolt tetap memegang rekor dunia 100 meter dengan catatan 9,58 detik.
Robot China Usain Bolt Cetak Hasil Mengejutkan
Tiangong Ultra menunjukkan peningkatan besar dibandingkan penampilannya tahun lalu. Pada kompetisi terbaru, robot itu hanya membutuhkan 9,39 detik untuk menempuh 100 meter.
Sebagai perbandingan, catatan Tiangong Ultra pada edisi perdana mencapai 21,50 detik. Peningkatan tersebut menunjukkan perkembangan cepat teknologi robot humanoid.
Di sisi lain, Lightning juga menunjukkan performa tinggi. Robot buatan Honor itu mampu menyelesaikan lomba dengan waktu 9,47 detik.
Sebelum kompetisi berlangsung, tim pengembang menguji Lightning dalam sebuah tes persiapan. Hasil pengujian mencapai 9,32 detik dengan kecepatan puncak 14,5 meter per detik.
Peneliti Tingkatkan Kecepatan Lightning
Tim Honor melakukan sejumlah perubahan pada Lightning sebelum kompetisi. Salah satu perubahan utama menyangkut panjang kaki robot.
Saat mengikuti half marathon pada April, Lightning memiliki tinggi 169 sentimeter. Panjang kakinya ketika itu mencapai 95 sentimeter.
Kemudian, tim menambah panjang kaki tersebut hingga 105 sentimeter. Perubahan itu membantu meningkatkan panjang langkah dan kemampuan berlari Lightning.
Pada April, Lightning juga memenangkan half marathon humanoid di Beijing. Robot tersebut mencatat waktu 50 menit 26 detik dalam perlombaan itu.
Rekor Usain Bolt Tetap Berlaku
Robot China Usain Bolt memang mencatat waktu lebih cepat dalam kompetisi humanoid. Namun, pencapaian tersebut tidak mengubah rekor atletik manusia.
Usain Bolt mencatat waktu 9,58 detik pada Kejuaraan Dunia Atletik 2009 di Berlin. Hingga kini, catatan tersebut tetap menjadi rekor dunia 100 meter putra.
Kompetisi robot memiliki konteks berbeda dari atletik manusia. Para atlet mengikuti regulasi olahraga, sedangkan robot mengikuti aturan khusus kompetisi humanoid.
Karena itu, pencapaian Tiangong Ultra lebih tepat dipandang sebagai kemajuan teknologi. Hasil tersebut menunjukkan kemampuan mesin menghasilkan kecepatan tinggi dalam jarak pendek.
World Humanoid Robot Games Digelar di Beijing
Beijing menggelar World Humanoid Robot Games 2026 mulai 22 Agustus. Ajang tersebut menghadirkan berbagai perlombaan untuk robot humanoid.
Panitia menyediakan 51 nomor pertandingan. Cabangnya mencakup lari, sepak bola, tenis meja, tari, dan tugas industri.
Sebanyak 2.056 robot dari 666 tim mengikuti kompetisi tahun ini. Para peserta datang dari 16 negara dan enam benua.
Perhelatan tersebut memperlihatkan perkembangan cepat industri robot humanoid.
China Dorong Industri Robot Humanoid
China terus meningkatkan investasi dalam teknologi robot humanoid. Pemerintah dan perusahaan melihat kecerdasan buatan sebagai bagian penting dari sektor tersebut.
Industri manufaktur menjadi salah satu bidang yang berpotensi memanfaatkan teknologi ini. Sektor logistik dan layanan konsumen juga memiliki peluang serupa.
Perusahaan robot China kini berlomba meningkatkan kemampuan gerak dan kecerdasan mesin. Mereka tidak hanya mengejar kecepatan, tetapi juga kemampuan menjalankan tugas nyata.
Perkembangan tersebut membuat kompetisi robot semakin menarik perhatian. Ajang seperti World Humanoid Robot Games menjadi sarana menguji kemampuan teknologi secara langsung.
Pada akhirnya, Robot China Usain Bolt menunjukkan kemajuan pesat teknologi humanoid. Tiangong Ultra mencatat 9,39 detik dalam kompetisi, sedangkan Lightning mencapai 9,32 detik dalam tes persiapan. Kedua catatan tersebut melampaui rekor 9,58 detik milik Usain Bolt.
