Pesawat Air India mengalami kecelakaan dan meledak pada Kamis (12/6/2025), memicu rasa duka yang mendalam.
Insiden tersebut terjadi ketika pesawat sedang mendekati bandara tujuan dalam situasi cuaca yang buruk.
Istilah “pesawat Air India jatuh dan meledak” kini menjadi sorotan utama dalam berita internasional. Narasumber melaporkan bahwa ratusan orang tewas akibat kecelakaan tersebut.
Tim Penyelamat menemukan Sebagian besar dari jenazah berada dalam keadaan terbakar parah. Di antara ratusan korban, hanya ada satu penumpang yang selamat.
Korban yang berhasil selamat segera dilarikan ke rumah sakit dalam keadaan kritis.
Keajaiban ini menyebabkan frase “hanya satu penumpang selamat” menjadi viral di media.
Penyebab Sementara Kecelakaan Pesawat Masih dalam penyeledikan
Penyebab jatuhnya dan meledaknya pesawat saat ini tengah dalam proses penyelidikan yang mendalam. Dugaan sementara, kerusakan pada mesin menjadi faktor penyebab pesawat tersebut jatuh sebelum meledak dengan dahsyat di daerah permukiman Meghani Nagar. Rekaman CCTV dari warga menunjukkan ledakan yang menciptakan bola api besar dan asap hitam yang membubung tinggi ke udara.
Menurut laporan dari Reuters, puing-puing pesawat mengenai BJ Medical College serta area padat penduduk di sekitarnya. Pemerintah Gujarat telah meminta keluarga para korban untuk menyerahkan sampel DNA demi keperluan identifikasi, mengingat kondisi ratusan jenazah yang sangat parah. Mantan kepala menteri Gujarat, Vijay Rupani, berada di antara mereka yang terkonfirmasi tewas dalam kecelakaan ini. Pihak berwenang menegaskan bahwa jumlah korban jiwa tidak hanya meliputi penumpang pesawat, tetapi juga warga sipil di daratan.
Media Internasional Soroti Tragedi Pesawat Air India yang Meledak
Kecelakaan ini memicu protes keras terhadap standar keselamatan penerbangan di India. Beberapa pihak meminta adanya audit menyeluruh pada armada pesawat di negara tersebut. Media internasional menyoroti besarnya tragedi yang melibatkan pesawat Air India yang mengerikan. BBC, CNN, dan Al Jazeera mengulas urutan peristiwa serta penyelidikan yang sedang berlangsung. Menurut Aviation Safety Network, pesawat itu pertama kali terbang pada tahun 2013.
Pada Januari 2024, Pihak Aviation menyerahkan pesawat tersebut kepada Air India. Insiden tragis yang dialami pesawat asal india ini tercatat sebagai kecelakaan fatal pertama yang melibatkan jenis Dreamliner. Kecelakaan pesawat Air India jatuh dan meledak menjadi tragedi penerbangan terbesar 2025.
Ratusan orang meninggal, hanya satu penumpang berhasil selamat secara ajaib.
Dunia menantikan hasil investigasi untuk mencegah tragedi serupa terulang kembali.
