Panggil Hun Sen “Paman”, PM Thailand menuai sorotan usai rekaman teleponnya dengan Presiden Senat Kamboja — Hun Sen — bocor ke publik.
Percakapan tersebut memicu krisis politik di Negeri Gajah Putih dan desakan mundur bagi Paetongtarn Shinawatra terus menguat.
Panggilan Tak Resmi: PM Thailand Panggil Hun Sen “Paman”
Dalam rekaman berdurasi 17 menit, PM Paetongtarn memanggil Hun Sen “paman”, merujuk ke hubungan dekat keluarganya.
Sebutan itu dianggap melemahkan posisi Thailand dan menimbulkan kritik soal netralitas negara.
Kebocoran Telepon Panggil Hun Sen “Paman” dan Reaksi Politik Dalam Negeri
Rekaman itu bocor ke media dan Hun Sen membagikannya lebih dari 80 orang.
Bhumjaithai, partai pendukung utama, segera mundur dari koalisi, menyebabkan parlemen nyaris kehilangan mayoritas.
PM Diprotes: Panggil Hun Sen “Paman” Picu Tuduhan Merendahkan Kedaulatan
Netizen dan politisi menilai PM Thailand tidak lagi berdaulat.
Seruan pengunduran diri datang dari oposisi dan demonstran yang menilai tindakan itu sebagai “momen yang menghancurkan kepercayaan rakyat”.
Bhumjaithai Party menyatakan tak tahan dengan dampak rekaman tersebut terhadap integritas militer dan kedaulatan.
Partai oposisi People’s Party menuntut pemilu baru dan mendesak agar PM mundur dari jabatan.
PM Thailand Panggil Hun Sen “Paman” Minta Maaf dan Enggan Panggil “Paman” Lagi
Paetongtarn secara resmi minta maaf atas julukan “paman” dan menolak panggilan informal di masa depan.
Ia menyebut strategi negosiasi dengan Hun Sen untuk meredakan ketegangan di perbatasan, bukan tanda kelemahan.
Militer Memantau Situasi, Kekhawatiran Insiden Kudeta Terdengar
Militer Thailand sebelumnya menggulingkan pemerintahan sang ayah Thaksin dan mertua Yingluck.
Sejumlah pengamat menyatakan kekhawatiran mendalam bahwa situasi ini bisa memicu intervensi militer.
Diplomasi Thailand-Kamboja Terganggu oleh Sebutan Kontroversial
Meskipun Paetongtarn menegaskan tujuannya adalah dialog, Kemenlu Thailand mengajukan protes formal atas kebocoran percakapan.
Hal ini mengganggu hubungan diplomatik dan menimbulkan kritik soal protokol kenegaraan.
Runtuhnya Koalisi & Tekanan Politik yang Meningkat
Keluar Bhumjaithai meninggalkan koalisi terancam. Partai Demokrat dan United Thai Nation disebut tengah membahas posisi mereka. Tanpa dukungan penuh, pemerintahan PM bisa kehilangan legitimasi juga.
Dampak Ekonomi dan Gejolak Publik
Saham pun ikut turun juga sebanyak 2.4% pada pagi setelah kabar bocor.
Aksi demonstrasi massal berlangsung di depan Kantor Pemerintah menuntut perubahan pemerintahan dan pemilu baru.
Krisis Diplomasi & Politika Thailand Berkembang Drastis
Panggilan PM Thailand kepada Presiden Senat Kamboja menimbulkan kontroversi serius Partai koalisi besar mundur, mempersempit dukungan politik Oposisi menyebut ini sebagai “titik puncak kehancuran kepercayaan” Militer dan publik waspadai resiko kudeta Paetongtarn memberi klarifikasi, namun tekanan mundur makin kuat
