Kronologi Kejadian Kebakaran di Laut
Insiden kebakaran dan evakuasi KM Barcelona V terjadi pada Sabtu, 20 Juli 2025, sekitar pukul 14.15 WITA di perairan dekat Tanjung Benoa, Bali. Kapal penumpang tersebut mengalami kepulan asap dari bagian ruang mesin, yang diduga menjadi sumber awal kebakaran. Saat itu, KM Barcelona V membawa sekitar 124 penumpang dan 40 awak kapal dalam pelayaran rutin menuju Labuan Bajo.
Menurut kesaksian penumpang dan keterangan awal dari nahkoda kapal, api mulai terlihat sekitar 30 menit setelah kapal berlayar. Petugas keamanan kapal langsung mengaktifkan alarm darurat dan mengarahkan seluruh penumpang ke titik kumpul evakuasi.
Proses Evakuasi Berlangsung Cepat dan Tertib
Setelah alarm kebakaran dinyalakan, proses evakuasi KM Barcelona V dilakukan dengan sigap oleh awak kapal dibantu petugas SAR yang segera merespons panggilan darurat. Kapal patroli dari Basarnas Bali tiba dalam waktu 25 menit dan langsung melakukan proses evakuasi terhadap seluruh penumpang dan kru kapal.
Tim SAR berhasil mengevakuasi seluruh penumpang dalam kondisi selamat. Beberapa mengalami sesak napas ringan akibat menghirup asap, namun tim medis langsung menangani mereka setibanya di pelabuhan. Tidak ditemukan korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerusakan parah dialami bagian mesin dan dek belakang kapal.
Dugaan Penyebab dan Penyelidikan Lanjutan
Penyebab kebakaran masih dalam proses investigasi oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dan Kepolisian setempat. Dugaan awal mengarah pada korsleting listrik di ruang mesin kapal. Saat ini, petugas sedang menarik KM Barcelona V ke pelabuhan terdekat untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh.
Pihak operator kapal, PT Pelni, menyatakan akan bekerja sama penuh dalam investigasi serta berkomitmen meningkatkan standar keselamatan pelayaran agar insiden serupa tidak terulang. Pihak perusahaan juga menawarkan kompensasi kepada penumpang yang terdampak.
Pentingnya Prosedur Keselamatan Pelayaran
Insiden kebakaran dan evakuasi KM Barcelona V menjadi pengingat pentingnya kesiapan sistem keselamatan di semua moda transportasi laut. Kecepatan tanggap awak kapal dan koordinasi dengan Basarnas patut mendapat apresiasi karena berhasil mencegah jatuhnya korban.
Kementerian Perhubungan juga menyerukan agar seluruh operator kapal rutin melakukan simulasi keselamatan dan perawatan sistem teknis kapal. Dengan begitu, keselamatan penumpang dapat terus terjamin di tengah meningkatnya jumlah penyeberangan antar pulau di Indonesia.
