Gunung Lewotobi di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik. Gunung Lewotobi Laki-Laki, salah satu dari dua puncak kembar Gunung Lewotobi, dilaporkan masih terus erupsi hingga hari ini. Aktivitas erupsi ini telah berlangsung sejak beberapa waktu lalu dan kini tetap berada dalam status Siaga (Level III) menurut Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Kolom abu vulkanik teramati mencapai ketinggian 800 hingga 1.500 meter di atas puncak, mengarah ke barat dan barat daya. Suara gemuruh juga beberapa kali terdengar hingga radius beberapa kilometer. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 3 kilometer dari pusat erupsi.
Dampak Erupsi Gunung Lewotobi Terhadap Kehidupan Warga
Letusan Gunung Lewotobi telah membawa dampak nyata bagi warga di sekitarnya. Abu vulkanik yang terus mengalir telah mencemari lahan pertanian, merusak tanaman, serta mengganggu pernapasan masyarakat. Banyak warga mengalami iritasi mata dan gangguan pernapasan akibat paparan abu. Sebagai langkah antisipatif, BPBD telah mendistribusikan masker dan logistik kesehatan ke desa-desa terdampak seperti Boru, Pululera, dan Klatanlo.
Sementara itu, aktivitas ekonomi masyarakat sekitar gunung juga terganggu. Beberapa sekolah terpaksa diliburkan untuk menghindari risiko kesehatan terhadap para siswa. Sumber air bersih yang berasal dari mata air di lereng gunung juga tercemar, memaksa warga bergantung pada bantuan air bersih dari pemerintah daerah.
Tanggap Darurat dan Penanganan oleh Pemerintah
Pemerintah Kabupaten Flores Timur telah menetapkan status tanggap darurat sejak awal pekan ini. Tim gabungan dari TNI, Polri, dan relawan lokal telah siaga untuk membantu proses evakuasi dan distribusi bantuan logistik. Selain itu, PVMBG terus melakukan pemantauan dengan peralatan seismik dan visual untuk mengukur perubahan aktivitas Gunung Lewotobi dari hari ke hari.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah terprovokasi informasi palsu atau hoaks di media sosial, dan hanya mengikuti perkembangan dari sumber resmi seperti PVMBG dan BNPB. Pemerintah telah membuka posko pengungsian di beberapa lokasi strategis untuk menampung warga yang berada dalam zona merah.
Sejarah Erupsi Gunung Lewotobi
Masyarakat mengenal Gunung Lewotobi sebagai salah satu gunung api aktif di Indonesia. Memiliki dua puncak, yakni Lewotobi Laki-Laki dan Lewotobi Perempuan, gunung ini telah beberapa kali mengalami letusan besar, termasuk pada tahun 2014 dan 2023. Karakteristik letusannya cenderung eksplosif, dengan lontaran material berupa abu, batu pijar, dan lava yang membahayakan pemukiman sekitar.
